Heritage Probolinggo
Pengetahuan

Apa Itu Naskah Kuno?

Naskah kuno (manuskrip) adalah dokumen tulisan tangan warisan masa lampau yang menyimpan pengetahuan, keyakinan, sastra, dan sejarah sebuah masyarakat. Di Probolinggo, banyak naskah tersimpan di pesantren, keluarga, dan desa — sebagian belum terdata.

Bupati Probolinggo
Aksara Arab Pegon - Berbahasa Jawa

Pengertian

Lebih dari sekadar buku tua

Menurut Undang-Undang Cagar Budaya, naskah kuno adalah dokumen tulisan tangan berusia sekurang-kurangnya 50 tahun yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Tidak setiap buku lama disebut naskah kuno — yang membedakannya adalah cara pembuatan, bahan, aksara, dan nilai yang dikandungnya.

Ciri-ciri Naskah Kuno

Berusia 50 Tahun Lebih

Umumnya dibuat sebelum kemerdekaan; banyak yang berusia ratusan tahun.

Ditulis Tangan

Disalin manual oleh penyalin (bukan cetakan mesin), kerap dengan iluminasi.

Bahan Alami

Ditulis pada lontar, kertas dluwang, daluang, atau kertas Eropa lama.

Beragam Aksara

Memakai aksara Arab Pegon, Jawa (Hanacaraka), atau Arab.

Isi Beragam

Keagamaan, sastra, sejarah, primbon, obat-obatan, hingga hukum adat.

Bernilai Sejarah

Menyimpan pengetahuan dan jejak peradaban masyarakat masa lampau.

Bahan & Aksara yang Lazim

Lontar

Daun siwalan/tal yang dikeringkan lalu digores dan diberi jelaga.

Dluwang

Kertas dari kulit kayu pohon saeh, khas tradisi Jawa.

Arab Pegon

Aksara Arab untuk menuliskan bahasa Jawa/Madura.

Aksara Jawa

Hanacaraka, dipakai untuk naskah berbahasa Jawa.

Menemukan naskah kuno di sekitarmu?

Sekecil apa pun informasinya berharga. Bantu kami mendata dan melestarikannya lewat menu Kasi Tau Aku!